Bulan Ramadhan adalah bulan yang suci, bulan yang istimewa, spesial, bulan di mana kita berbuat kebaikan pahalanya aka berlipat, bulan yang berkah, bulan yang penuh kenikmatan dan bulannya dari bulan.
Disamping bulan yang penuh berkah, bulan puasa termasuk bulan yang istimewa karena apa? Coba kita lihat dari segi ekonomi, secara tidak langsung kita sadari kebutuhan-kebutuhan pokok bertambah. Harga-harga kebutuhan pokok juga pasti naik. Bukan rahasia lagi, jika di bulan ramadhan semua harga pasti naik, tidak cuma kebutuhan pangan, kebutuhan sandang pun juga ikut naik. Seperti pakaian, elektronik, dan lain-lain.
Dan dari semua itu kebutuhan bulanan kita, secara langsung juga naik dua kali lipat, atau bahkan lebih. Apalagi mulai mendekati lebaran, semua harus serba baru. Tidak bisa dipungkiri bahwa tradisi ini sudah ada sejak zaman nenek moyang kita. Kalau sudah begini, harus siap-siap uang yang banyak. Buat beli keperluan buat lebaran, seperti pakaian, pangan, dan akomodasi. Apalagi dengan tradisi mudik di Indonesia, pengeluaran semakin membengkak. Harga-harga tiket kendaraan umum meningkat sampai 100% bahkan sampai 250%. Dari harga semula 150.000 bisa jadi 400.000, bahkan lebih.
Kalo sudah begini, harus ada persiapan jauh-jauh hari sebelum bulan puasa datang. Baik persiapan materi, juga kesiapan batin. Soalnya semua yang berhubungan dengan lebaran,akan semakin susah untuk dipenuhi.
Dan dari semua itu, saya juga lagi mengalami pusingnya menjelang lebaran. Maklum, ini kali pertama saya mudik, sejak merantau setahun yang lalu. Saya pusing karena salah mengambil keputusan. Jadi semua berawal dari pengen punya Smartphone yang bagus. Dari sejak pertama mengenal android, saya merasa haus aka oprek tentang android, mulai dari isi dari android sampai harga-harga android pun terpantau. Nah dari semua itu, kenapa kepala saya pusing mikir lebaran. Jadi awal bulan Juli 2014 , sejak gajian cair, rencana untuk beli Smartphone yang sudah mengendap dari 2 bulan lalu, akhirnya bisa terlaksana walaupun budget mepet banget. Mulai dari inilah pokok permasalahannya. Tanpa pikir panjang dan konsultasi, main sikat aja, disinilah kesalahan fatal yang harusnya tidak terjadi. Jadi apa masalahnya? Masalahnya saya tidak mikir kalau ini mau lebaran, awal bulan, gajian lagi masih lama. Inilah yang membuat saya menyalahkan si robot hijau yang sekarang coklat. Saya tidak memikirkan tentang mudik, beli tiket, baju lebaran. Ya, emang ada sisa dari pembelian si robot hijau, tapi cuma cukup buat makan. Oh my god, Astojim bego sekali aku ini. Melangkah tanpa melihat apa yang di pijak. Sekarang bingung mau cari duit buat beli tiket, di mana harga tiket balik naik 250% dari harga biasa. Matilah saya, masa mau jual hape, baru seminggu dipakai baunya juga masih bau kardus. Kan masih ada Tunjangan Hari Raya, ngapain bingung? Oh iya ya. Wait, emang gak butuh beli baju baru? Kasih duit buat adik, ponakan, beliin baju pacar? Emang sih tidak wajib, tapi apa tega?
Setelah mikir-mikir sampai mules, ada sedikit ide. Nagih hutang. Ya, pintar. Ternyata meminjamkan uang itu ada berkahnya, disaat kita butuh,kita bisa menjadikannya rencana alternatif buat jaga-jaga. Walaupun tidak seberapa, lumayan buat nambahin beli tiket. Semoga orangnya ada duit, soalnya Urgent . Bissmillahhirrohmannirrohiim.
Jadi pesan dan kesimpulan saya atas pengalaman ceroboh saya adalah "Pastikan Anda tahu apa yang Anda pijak untuk melangkah". Pastikan Anda benar-benar yakin dan bersiap menerima semua resiko atas apa yang akan Anda lakukan. Karena dunia ini tidak ada tombol reset seperti video game untuk mengulang kembali apa yang Anda perbuat, so be carefull, and use your brain to think before.Pastikan Anda tahu apa yang Anda pijak untuk melangkah". Pastikan Anda benar-benar yakin dan bersiap menerima semua resiko atas apa yang akan Anda lakukan. Karena dunia ini tidak ada tombol reset seperti video game untuk mengulang kembali apa yang Anda perbuat, so be carefull, and use your brain to think before. Menyesal itu akhir bukan awal.
